Minggu, 10 Desember 2017

TEXT 3-11 TUGAS



Teks 11
Umar Ibn Khottob
Umar Ibn Khotob: Nenek Moyang dan ciri-cirinya
Nama lengkapnya adalah Umar Ibn Al-Khattab ibn Nufayl Ibn Abdui Uzza. Dia dikenal sebagai Abu Hafs dan mendapat julukan Al-Farooq (pembeda) karena dia menunjukkan Islamnya secara terbuka di Makkah dan melalui dia Allah membedakan antara kekafiran dan iman. Lahir pada tahun 583 Masehi, tiga belas tahun setelah tahun Gajah. Ayahnya adalah Al-Khattab Ibn Nufayl, dan kakeknya Nufayl adalah salah satu dari orang-orang Quraisy yang biasa dimintai untuk menghakimi (dimintai pendapatnya). Ibunya adalah Hantamah Binti Hashim bin Al-Mughiroh.
Berkaitan  dengan ciri fisiknya, ia berkulit putih dengan warna kemerahan. Dia berotot, tinggi, padat dan botak. Dia sangat kuat, tidak lemah atau remeh. Ketika dia berjalan, dia berjalan cepat, saat dia berbicara, dia berbicara dengan jelas, dan saat dia dijebak, dia menyebabkan rasa sakit (Al-Sayed, 1996)
Umar Ibn Khaththab di Masyarakat Pra-Islam
Umar menghabiskan setengah hidupnya di masyarakat pra-Islam (Jahiliyyah), dan tumbuh seperti rekan-rekannya di suku Quraisy, Umar salah satu orang yang beruntung atas mereka karena dia adalah salah satu dari mereka yang telah belajar membaca, dimana orang-orang yang belajar membaca sangat sedikit. Dia menanggung tanggung jawab sejak usia dini, dan dia dibesarkan  dengan sangat keras dimana dia tidak mengenal  kemewahan atau kekayaan. Ayahnya Al-Khaththab memaksanya untuk memelihara untanya. Perlakuan kasar ayahnya memiliki efek negatif pada Umar yang dia ingat sepanjang hidupnya. Tidak diragukan lagi, pekerjaan ini - yakni memelihara ternak - yang merupakan pekerjaan utama Umar di Makkah sebelum masuk Islam, menyebabkan dia memiliki karakteristik yang baik, seperti kesabaran dan ketangguhan. Tapi memelihara  domba bukanlah satu-satunya pekerjaan yang dilakukan putra Al-Khaththab selama masa jahiliyah (Ibraheem, 2005: 226). Pada masa mudanya ia juga unggul dalam berbagai jenis olahraga, seperti gulat, berkuda dan menunggang hewan. Umar menikmati dan membaca puisi, dia juga tertarik dengan sejarah dan peristiwa  bangsanya. Umar sangat antusias untuk menghadiri bazar-bazar besar orang-orang Arab, seperti Ukaz, Majinnah dan Dhul-Majaz, di mana dia memanfaatkan kesempatan tersebut untuk terlibat dalam perdagangan dan mempelajari sejarah orang-orang Arab, peperangan dan peristiwa yang telah terjadi di antara suku-suku tersebut. Selain itu, dia terlibat dalam perdagangan dan keuntungan, yang menjadikannya salah satu orang kaya di Makkah. Dia berkenalan dengan banyak orang di negara-negara yang dia kunjungi untuk tujuan perdagangan, dia pergi ke Syria pada musim panas dan Yaman di musim dingin. Dengan demikian, ia menempatii posisi terkemuka di masyarakat Makkah selama masa jahiliyah, dan memainkan peran efektif dalam membuat sebuah acara. Dia terbantu oleh sejarah nenek moyangnya yang luar biasa. Kakeknya Nufayl Ibn Abdul Uzza adalah orang yang orang Quraisy mempertanyakan perselisihan mereka, dan nenek moyangnya Kaab mendapat penghargaan tinggi dari orang Arab. Mereka telah mencatat sejarah dari tahun kematiannya sampai peristiwa gajah. Umar mewarisi status (dihargai) dari nenek moyangnya yang memberinya banyak pengetahuan tentang kehidupan dan keadaan orang-orang Arab, selain kepintaran dan kecerdasannya sendiri. Jadi mereka akan mendatanginya untuk menyelesaikan perselisihan  mereka (Al-Ani & Zaien, 1989: 16). Umar RA adalah orang yang bijak, fasih, baik lisannya, kuat, toleran, mulia, persuasif dan jelas berbicara, yang membuatnya memenuhi syarat untuk menjadi perwakilan/utusan orang Quraisy, untuk berbicara kepada mereka sebelum suku-suku lain. Ibnu Al-Jawzi mengatakan: peran utusan jatuh kepada Umar Ibn Khattab. Jika ada perang antara Quraisy dan suku lain, mereka akan mengirim Umar sebagai perwakilan dan jika ada suku lain yang melawan mereka, mereka mengirimnya untuk memberi tanggapan, dan kaum Quraish senang dengan Umar (Ibn Al-Jawzi, 2001 : 11). Umar hidup di masa pra-Islam dan mengetaui  bagian di dalamnya. Dia tahu sifat sebenarnya, kebiasaan dan tradisinya, dan dia mempertahankannya dengan segenap kekuatan yang dimilikinya. Oleh karena itu, ketika masuk Islam, dia memahami keindahan dan sifat aslinya, dan dia menyadari perbedaan besar antara petunjuk dan kesesatan, kekafiran dan iman, kebenaran dan kebohongan, dan dia mengucapkan kata-katanya yang terkenal: "Ikatan Islam akan terurai satu demi satu, apabila dikalangan Isam tumbuh orang yang tidak mengetahui jahiliyah (kebodohan )”. (Aashour, 1998: 144).
Masuk Agama Islam
Sinar pertama, cahaya yang menyentuh hatinya datang saat Umar melihat wanita-wanita Quraisy meninggalkan negara mereka dan pergi ke negeri yang jauh karena penganiayaan yang mereka hadapi dari Umar dan orang-orang kafir lainnya. Kesadarannya tergerak, dan dia merasa menyesal dan kasihan terhadap mereka, dan dia mengucapkan kata-kata yang baik kepada mereka yang tidak pernah mereka duga dari umar sebelumnya (Tantawi, 1983: 12). Umm Abdullah bin Hantamh berkata: saat kita pindah ke Abyssinia, Umar, yang dulu menganiaya kita tanpa kenal ampun, datang dan berdiri dan berkata kepadaku: apakah kamu akan pergi? Aku berkata: Ya, karena kamu telah menganiaya kami dan menindas kami, dan demi Allah kami akan keluar di bumi Allah sampai Allah memberikan jalan keluar kepada kami. Umar berkata: semoga Allah bersamamu. Dan aku melihat kebaikan yang belum pernah kulihat sebelumnya. Umar tergerak oleh sikap wanita ini dan dia merasa sedih. Seberapa besar penderitaan pengikut agama baru ini bertahan, tapi meskipun demkian,  mereka tetap teguh berdiri. Apa rahasianya diluar kekuatan luar biasa ini? Dia merasa sedih dan hatinya dipenuhi rasa sakit (Al-Sharqawi, 1988: 9). Tak lama setelah kejadian ini, Umar menjadi Muslim  atas doa Nabi Muhammad SAW yang menjadi sebab utama ia masuk Islam. Nabi Muhammad SAW telah berdoa untuknya dengan mengatakan: "Ya Allah, dukunglah Islam dengan yang lebih dicintai dari kedua orang ini kepadaMU: Abu Jahl ibn Hisyam atau Umar ibn Al-Khaththab." Dan diantara keduanya yang lebih disayangi ALLAH adalah Umar –(Tirmidzi, 1978: 3682). Umar masuk Islam pada bulan Dhulhijjah, tahun ke-6 setelah Kenabian, saat itu dia berusia 27 tahun. Dia masuk Islam tiga hari setelah Hamzah, paman Nabi. Saat itu jumlah Muslim berjumlah 39 sembilan. Umar berkata: "Saya ingat bahwa ketika saya menjadi Muslim, hanya ada tiga puluh sembilan orang dengan Rasulullah SAW dan ketika saya masuk Islam maka menjadi 40." Dengan demikian, Allah menjadikan agama-Nya menang dan memberikan kemuliaan bagi Islam (As-Suyuthi, 1997: 137).
Abdullah bin Mas'ud berkata: "Kami merasa bangga saat Umar menjadi Muslim, karena kami tidak dapat mengelilingi Masjidil Haram (tawaf) dan berdoa, sampai Umar menjadi Muslim. Ketika dia menjadi Muslim, dia melawan mereka sampai mereka mengirim kami kebebasan. Kemudian kami berdoa dan mengelilingi Ka'bah". Dia juga mengatakan:" Umar menjadi seorang Muslim adalah sebuah kemenangan, masuk islamnya sangat membantu, dan kekhalifahannya adalah sebuah rahmat. Kami tidak bisa berdoa atau berkunjung  ke rumah sampai Umar menjadi Muslim. Ketika dia menjadi Muslim, dia melawan orang-orang kafir sampai mereka meninggalkan kami sendirian dan membiarkan kami berdoa. "(Ibn Saad, V. 3: 269)



Teks 10
Buta Warna
  1. Mitos-mitos terkait dengan penyebab dan gejala "buta warna" banyak tersebar di seluruh dunia. Istilah itu sendiri menyesatkan, karena sangat jarang seorang yang memiliki penglihatan yang kurang lengkap. Dengan melihat mitos yang berhubungan dengan buta warna, seseorang dapat mempelajari banyak fakta tentang struktur dan genetika mata manusia. Sebuah mitos bahwa orang melihat dunia seolah-olah itu adalah film hitam dan putih. Ada sedikit kasus kelainan warna yang lengkap. Mereka yang memiliki kekurangan penglihatan warna disebut monokromatika, dan biasanya memiliki masalah serius dengan keseluruhan penglihatan mereka dan juga ketidakmampuan untuk melihat warna. Faktanya adalah bahwa dalam kebanyakan kasus buta warna, hanya ada bayangan penglihatan tertentu yang tidak dapat dibedakan oleh seseorang. Orang-orang ini dikatakan dikromatik. Mereka mungkin tidak bisa membedakan antara warna merah dan hijau, Oranye dan kuning. Seseorang dengan penglihatan warna normal memiliki apa yang disebut penglihatan trichromatik. Perbedaan antara tiga tingkat penglihatan warna ada hubungannya dengan kerucut di mata manusia. Mata manusia normal memiliki tiga kerucut yang terletak di dalam retina: kerucut merah, kerucut hijau, dan kerucut kuning. Masing-masing kerucut mengandung pigmen spesifik yang fungsinya menyerap cahaya warna-warna ini dan kombinasinya. Orang dengan penglihatan trichromatik memiliki ketiga perintah koordinasi kerucut. Bila salah satu dari tiga kerucut tidak berfungsi dengan baik, terjadi penglihatan dikromatik.
  2. Beberapa orang percaya bahwa hanya laki- laki yang bisa mengalami buta warna. Hal tersebut juga mitos, meski tidak sepenuhnya salah. Pada populasi rata-rata, 8% laki-laki menunjukkan beberapa bentuk kelainan warna, sementara hanya 0,5% wanita yang mengalaminya. Meskipun mungkin ada kebenaran pada anggapan bahwa lebih banyak pria memiliki masalah dalam mencocokkan pakaian mereka daripada wanita, alasan kekurangan penglihatan warna sangat dominan pada pria tidak ada hubungannya dengan fasion. Faktanya adalah bahwa gen buta warna terletak pada kromosom X, dimana laki-laki hanya memiliki satu. Perempuan memiliki dua kromosom X, dan jika seseorang membawa gen yang cacat, yang satu lagi secara alami mengkompensasi. Oleh karena itu, satu-satunya cara bagi wanita busa mewarisi buta warna  adalah untuk kedua kromosom X-nya untuk membawa gen detektif. Inilah sebabnya mengapa timbulnya kekurangan warna terkadang lebih banyak di masyarakat yang sangat kecil yang memiliki kelompok  gen terbatas.
  3. Memang benar bahwa semua bayi lahir buta warna. Kerucut bayi belum bisa mulai membedakan berbagai warna sampai umurnya kira-kira 4 bulan. Inilah sebabnya mengapa banyak mainan modern untuk bayi terdiri dari pola warna hitam dan putih dengan warna utamanya, bukan warna tradisonal pastel  lembut. Namun, beberapa penelitian saat ini menunjukkan pentingnya mengembangkan sistem visual warna bayi. Pada tahun 2004, peneliti Jepang Yoichi Sugita dari Lembaga Penelitian Ilmu Syaraf, melakukan eksperimen yang menunjukkan bahwa kekurangan penglihatan warna tidak sepenuhnya genetik. Dalam eksperimennya, ia mengelompokkan sekelompok bayi monyet ke pencahayaan monokromatik selama satu tahun. Dia kemudian membandingkan penglihatan mereka dengan monyet normal yang telah mengalami dunia warna-warni di luar rumah. Ditemukan bahwa tes monyet tidak dapat melakukan tugas pencocokan warna yang bisa dilakukan monyet normal. Namun demikian, kebanyakan kasus buta warna bergantung pada faktor genetik yang ada saat lahir.
  4. Sebagian alasan mengapa ada banyak ketidakkonsistenan yang berkaitan dengan buta warna, atau "kekurangan penglihatan warna" seperti yang disebut di dunia medis, adalah sulit untuk mengetahui dengan pasti warna mana yang dapat dilihat masing-masing manusia. Anak-anak diajari sejak usia dini bahwa apel berwarna merah. Penamaan warna memungkinkan anak menghubungkan warna tertentu dengan nama tertentu, terlepas dari kekurangan penglihatan warna. Seseorang yang tidak pernah mengambil tes warna bisa menjalani hidup dengan berpikir bahwa apa yang mereka lihat sebagai warna merah disebut hijau. Anak-anak umumnya diuji buta warna  pada usia sekitar empat tahun. Tes Ishihara adalah yang paling umum, meski sangat dikritik karena mengharuskan anak-anak memiliki kemampuan mengenali angka. Dalam Tes Ishihara, sebuah angka yang terdiri dari titik-titik berwarna tersembunyi di dalam serangkaian titik bayangan yang berbeda. Mereka yang memiliki penglihatan normal bisa membedakan jumlah dari latar belakang, sedangkan yang memiliki kekurangan penglihatan warna hanya akan melihat titik-titiknya.
  5. Sementara banyak mitos yang berkaitan dengan buta warna yang telah dipatahkan oleh ilmu pengetahuan modern, masih ada beberapa kepercayaan tersisa yang memerlukan lebih banyak penelitian agar bisa dikatakan sebagai cerita rakyat. Misalnya, ada kepercayaan lama bahwa buta warna  bisa membantu tentara militer karena memberi kemampuan kepada mereka untuk melihat melalui kamuflase. Kepercayaan lain adalah bahwa setiap orang mengalami buta warna dalam situasi darurat. Dasar dari gagasan ini adalah peristiwa bencana yang dapat membanjiri otak, menyebabkannya hanya menggunakan rangsangan yang dibutuhkan untuk melakukan tugas penting. Secara umum, mengenali warna tidak dianggap sebagai tugas penting dalam situasi hidup atau mati.


TEKS 9
Isu Penting tentang Zakât
Risalah ini bertujuan untuk menasihati dan mengingatkan pentingnya orang-orang Zakât yang sebagian besar adalah Muslim sangat berhati hati karena mereka tidak khusus dalam memberikannya, terlepas dari fakta bahwa zakat adalah  satu dari lima rukun Islam dan tanpanya Islam tidak bisa tegak . Nabi (saw) berkata
بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامُ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءُ الزَّكَاةِ وَصَوْمُ رَمَضَانَ وَحَجُّ الْبَيْتِ.
Islam dibangun diatas lima perkara; Bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa nabi Muhammad utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan melaksanakan haji.
Ini wajib bagi setiap Muslim, yang memiliki kekayaan, untuk membayar Zakât (amal wajib). Perintah Islam ini memiliki banyak keuntungan yang beberapa disebutkan di bawah ini:
1.      Zakat memenuhi kebutuhan masyarakat miskin.
2.      Zakat memperkuat hubungan baik antara orang kaya dan orang miskin, karena setiap orang secara alami menyukai orang yang berbuat baik kepadanya.
3.      Zakat Memurnikan diri dan mensucikan; dan itu membersihkan moral seseorang dari ketamakan dan keputusasaan; seperti yang dinyatakan dalam Al-Qur'an:
خَذْ مِنْ اَمْوَا لِهِمْ صَدَ قَةً تٌطَهِّرً هُمْ وَتُزَكِّهِمْ بِهِا
Artinya :”ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka.

4.       Zakatt menghadirkan keterbukaan, kemurahan hati dan simpati pada seorang Muslim terhadap orang-orang yang membutuhkan.
5.      Zakat menggambarkan kekuasaan Allah; menyebabkan bertambahnya harta dan penggantian pengeluaran; seperti yang Allah nyatakan

وَماَ اَنْفَقْتُمْ مِنْ شَئٍ فَهُوَ يَخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّ زِقيْنَ
 “dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, Maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezki yang sebaik-baiknya”.
Ayat-ayat di atas menjelaskan bahwa kekayaan yang belum dibayar Zakât, adalah harta yang ditimbun dimana pemiliknya akan dihukum pada hari kiamat. Hal yang sama juga telah dijelaskan oleh Nabi (saw) dalam Hadis berikut:
مَا مِنْ صَاحِبِ ذَهَبٍ وَلَا فِضَّةٍ لَا يُؤَدِّي مِنْهَا حَقَّهَا إِلَّا إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ صُفِّحَتْ لَهُ صَفَائِحَ مِنْ نَارٍ فَأُحْمِيَ عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَيُكْوَى بِهَا جَنْبُهُ وَجَبِينُهُ وَظَهْرُهُ كُلَّمَا بَرَدَتْ أُعِيدَتْ لَهُ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ حَتَّى يُقْضَى بَيْنَ الْعِبَادِ فَيَرَى سَبِيلَهُ إِمَّا إِلَى الْجَنَّةِ وَإِمَّا إِلَى النَّارِ
"Tidaklah pemilik emas dan pemilik perak yang tidak menunaikan haknya (perak) darinya (yaitu zakat), kecuali jika telah terjadi hari kiamat (perak) dijadikan lempengan-lempengan di neraka, kemudian dipanaskan di dalam neraka Jahannam, lalu dibakarlah dahinya, lambungnya dan punggungnya. Tiap-tiap lempengan itu dingin, dikembalikan (dipanaskan di dalam Jahannam) untuk (menyiksa)nya. (Itu dilakukan pada hari kiamat), yang satu hari ukurannya 50 ribu tahun, sehingga diputuskan (hukuman) di antara seluruh hamba. Kemudian dia akan melihat (atau: akan diperlihatkan) jalannya, kemungkinan menuju surga, dan kemungkinan menuju neraka”
Dan juga Nabi (saw) telah menyatakan dalam sebuah hadis otentik bahwa Allah berfirman:
"Hai anak-anak Adam! Jika kamu memberi (demi Allah), Kami akan memberimu
Tidak seorang pun pemilik emas dan perak yang tidak menunaikan haknya melainkan pada hari kiamat akan dibentangkan baginya lempengan-lempengan dari api neraka, lalu dinyalakan padanya di dalam neraka jahannam, lalu disetrika lambung, pelipis, dan punggungnya. Setiap kali menjadi dingin, dikembalikan lagi untuknya pada satu hari yang hitungannya sama dengan 50.000 tahun. Kemudian dia akan melihat nasibnya, apakah dimasukkan ke dalam surga atau neraka.” (HR. Muslim no. 987 dari Abu Hurairah)
Kemudian nabi Muhammad SAW menginformasikan tentang pemilik unta, sapi, dan kambing, yang tidak membayar zakat mereka, bahwa mereka akan dihukum pada hari penghakiman.

Nabi Muhammad SAW bersabda:
Barangsiapa yang diberi kekayaan oleh Allah dan tidak membayar zakat kekayaannya, maka pada hari kiamat, kekayaannya akan dibuat seperti seekor ular rasus berkepala botak dengan dua titik hitam di atas mata (atau dua kelenjar beracun di mulutnya). Ular itu akan mengepung lehernya dan menggigit pipinya dan berkata, 'Akulah kekayaanmu, Akulah hartamu”.

TEKS DELAPAN
Mencari sebuah Pasar di Kalangan Remaja

Tahun 1992,  tersedia data terakhir. Industri  rokok di Amerika menghabiskan 5 Milyar dolar dalam pasar  lokal. Angka itu menunjukkan peningkatan yang sangat besar dari perkiraan  anggaran 250 Juta Dollar tahun 1971, ketika rokok telah dilarang untuk diiklankan melalui Tv dan Radio.  Pengeluaran saat ini berarti sekitar 75 dollar setiap perokok desawa, atau untuk 4.500 dollar untuk setiap remaja yang menjadi perokok tahun ini.  Biaya yang tampaknya tinggi untuk menarik perokok baru ini kemungkinan besar akan pulih selama rata-rata 25 tahun bahwa remaja ini akan merokok.
            Di abad pertama pertengahan pemimpin perusahaann rokok membuat strategi pemasaaran yang inovatif untuk membangun industri. Baru-baru ini bisnis tembakau msih bertahan dengan iklan yang dapat menarik perokok dengan merek tertentu. Tetapi pendukug kesehatan masyarakat bersikap bahwa iklan semacam itu berperan dalam menghasilkan permintaan baru dengan remaja yang menjadi sasaran utama. Untuk meneliti hal tersebut, kita memerikasa beberapa kampanye pemasaran yang dilakukan selama ini dan menghubungkanya dengan usia perokok yag memulai dengan kebiasaan. Kita menemukan bahwa, dulu ada banyak bukti bahwa kampayen semacam itu dapat menyebabkan peningkatan rokok dikalangan remaja.
Survei nasional mengumpulkan usia di mana orang mulai .Tahun 1955 survei populasi saat ini(CPS) adalah responden kueri pertama untuk informasi ini. Meskipun hanya mempertahankan data yang ringkas. Mulai tahun 1970, bagaimanapun,  survei interview kesehatan nasional termasuk bahwa pertanyaan ini dalam beberapa pendapt. Jawaban dari semua survei dikombinasikan untuk sebuah contoh roduksi lebih dari 165,00 individu. Menggunakan usia responden saat survei berlangsung dan melaporkan usia inisiasi.  Tahun dimana orang bertekad utuk memulai merokok. Membagi jumlah dari remaja yang dimulai sejak suatu interval tertentu.
Kampanye pemasaran massal dimulai sejak tahun 1880-an, yang mendorong konsumsi tembakau enam kali lipat pada tahun 1900. Sebagian besar kenaikan tersebut disebabkan oleh sejumlah besar orang yang merokok, dibandingkan dengan menggunakan cerutu, pipa, tembakau atau tembakau kunyah. Strategi pemasaran mencakup billboard yang dilukis dan distribusi kupon yang luas, yang bisa ditukarkan oleh para penerima rokok gratis .... Beberapa merek termasuk gambar wanita porno yang lembut dalam paket. Taktik semacam itu mengilhami teriakan dari para pemimpin pendidikan yang peduli akan pengaruh buruk mereka terhadap anak laki-laki remaja. Tiga belas persen pria yang disurvei pada tahun 1955 yang mencapai masa remaja antara 1890 dan 1910 mulai merokok pada usia 18 tahun, dibandingkan dengan hampir tidak ada wanita.
Kekuatan iklan yang ditargetkan lebih jelas jika seseorang menganggap pria kelahiran 1890 dan 1899. Pada tahun 1912, ketika banyak pria ini adalah remaja, R.J. Perusahaan Reynolds meluncurkan merek rokok merek Camel dengan pendekatan revolusioner. ... Setiap kota di negara itu dibombardir dengan iklan cetak. Menurut CPS tahun 1955, inisiasi pada usia 18 tahun untuk laki-laki dalam kelompok ini melonjak menjadi 21,6 persen, meningkat dua pertiga dari ledakan tersebut sebelum tahun 1890. Tingkat inisiasi NHIS juga mencerminkan perubahan ini. Untuk remaja laki-laki naik dari 2,9 persen antara 1910 dan 1912 menjadi 4,9 persen antara tahun 1918 dan 1921.
Baru pada pertengahan 1920-an, kebiasaan sosial mengizinkan iklan rokok berfokus pada wanita. ... Pada tahun 1926 sebuah poster menggambarkan wanita yang meminta rokok perokok Chesterfield kepada "Blow Some My Way". Namun, perang salib yang paling sukses adalah untuk Lucky Strikes, yang mendesak wanita untuk "Mencapai Beruntung daripada Manis." Data CPS tahun 1955 menunjukkan bahwa 7 persen wanita yang berusia remaja pada pertengahan 1920an mulai merokok pada usia 18 tahun, dibandingkan dengan hanya 2 persen pada generasi remaja wanita sebelumnya. Tingkat inisiasi dari data NHIS untuk remaja putri diamati meningkat tiga kali lipat, dari 0,6 persen antara tahun 1922 dan 1925 sampai 1,8 persen antara tahun 1930 dan 1933. Sebaliknya, tingkat untuk laki-laki hanya meningkat sedikit.
Dorongan utama berikutnya dalam inisiasi merokok pada remaja perempuan terjadi pada akhir 1960an. Pada tahun 1967 industri rokok meluncurkan merek "niche" yang ditujukan khusus untuk wanita. Yang paling populer adalah Virginia Slims. Visualisasi kampanye ini menekankan seorang wanita yang kuat, mandiri dan sangat kurus. ... Inisiasi pada remaja perempuan hampir dua kali lipat, dari 3,7 persen antara tahun 1964 dan 1967 sampai 6,2 persen antara tahun 1972 dan 1975 (data NHIS). Pada periode yang sama, tingkat untuk remaja laki-laki tetap stabil.

 Jadi, dalam empat kasus yang berbeda selama 100 tahun terakhir, kampanye pemasaran tembakau yang inovatif dan terarah dikaitkan dengan lonjakan permintaan primer yang menonjol dari para remaja hanya pada kelompok sasaran. Dua yang pertama diarahkan pada pria dan dua wanita kedua. Tentu saja, faktor lain turut membantu merokok di masyarakat. ... Namun jelas dari data bahwa iklan telah menjadi kekuatan yang luar biasa dalam menarik pengguna baru.


TEKS 7
SHALAT
Ritual shalat adalah ibadah wajib bagi setiap orang yang beriman, pria maupun wanita. Allah telah memerintahkan kaum muslimin untuk mendirikan shalat dengan penuh tanggung jawab dan secara sempurna. Dia (Allah) telah memerintahkannya kepada orang-orang yang beriman pada waktu-waktu tertentu. Rasulullah menyampaikan perintah shalat secara langsung mengikuti dua syahadat dalam rukun Islam. Oleh karena itu, orang-orang yang tidak melakukan shalat adalah orang-orang kafir yang layak mendapat dosa besar, sementara mereka yang lalai dan menganggapnya ringan adalah orang-orang yang berdosa. Shalat sangat penting dan memiliki kebaikan luar biasa yang membawa pahala besar dari Allah.
Mendirikan shalat lima waktu dengan tepat waktu adalah amal shaleh, dengan sholat awal waktu Allah menghapuskan amal buruk. Sesungguhnya sholat itu, tiang agama Islam, seperti yang disebutkan Nabi dalam Hadits shahih adalah shalat. Hal pertama yang akan dipertanggungjawabkan oleh hamba Allah pada hari kiamat adalah shalat mereka. Jika mereka melakukannya dengan benar, khusyu’, dan memenuhi syarat serta kewajibannya, maka amal-amal sahleh lain mereka akan dapat diterima oleh Allah.
Terdapat lima shalat sehari-hari yang telah Allah perintahkan kepada setiap muslim dan muslimah. Allah berfirman: “Sesungguhnya shalat diperintahkan kepada orang-orang yang beriman (untuk dilakukan) pada waktu-waktu tertentu.” (QS. An-Nisaa’4: 103).
Shalat-shalat dan waktunya adalah sebagai berikut:
1. Fajr, atau sholat di pagi-pagi hari; terdiri dari dua rakaat (shalat). Dimulai pada kira-kira satu jam dua puluh menit sebelum matahari terbit dan berakhir pada sebelum matahari terbit.
2. Dzuhur, shalat di siang hari; terdiri dari empat rakaat. Dimulai segera setelah matahari melewati puncaknya (siang yang tinggi) dan berakhir hingga sore hari, saat bayangan benda sama panjangnya dengan tinggi benda itu sendiri.
3. Ashr, shalat di sore hari; terdiri dari empat rakaat. Dimulai saat bayang-bayang benda panjangnya sama dengan  tinggi benda itu sendiri (titik tengah antara waktu dzuhur dan matahai terbenam). Waktu yang ditentukan berlangsung sampai matahari terbenam.
4. Maghrib, atau shalat saat matahari terbenam; terdiri dari tiga rakaat. Dimulai segera setelah matahari terbenam (munculnya mega merah), dan itu berakhir saat cahaya mega merah di langit telah hilang dan langit benar-benar gelap.
5. Isyaa’, atau shalat saat malam hari; terdiri dari empat rakaat. Dimulai setelah lenyapnya cahaya mega merah di langit setelah metahari terbenam (sekitar satu jam dua puluh menit setelah matahari terbenam), dan itu berlangsung sampai tengah malam. Tengah malam belum tentu tengah malam (12 a.m). Tetapi, ini adalah titik tengah waktu antara matahari terbenam (maghrib) dan ketika matahari mulai terbit (fajr). Waktu ini berubah-ubah sepanjang tahun di kebanyakan tempat.
     Ada beberapa syarat untuk shalat. Syarat tersebut adalah sebagai berikut:
  • Orang muslim
  • Berakal sehat
  • Baligh (bagaimanapun, orang-orang muslim harus mendorong anak untuk shalat secara teratur pada usia tujuh tahun)
  • Suci dari hadats kecil dan besar; suci pakaian, badan dan tempat di mana seseorang bermaksud untuk shalat.
  • Yakin bahwa telah masuk waktu shalat
  • Menutup bagian-bagian tubuh yang wajib untuk shalat
  • Memiliki niat dalam hati untuk melakukan shalat
  • Menghadap kiblat (arah Ka’bah di Makkah)
  • Shalat menghadap sutrah (penghalang yang menahan orang lain agar tidak langsung lewat di depan orang yang sedang shalat).





TEKS 6
TAYAMMUM
(BERSUCI DENGAN DEBU ATAU TANAH)
Tayammum diperbolehkan sebagai pengganti wudhu atau mandi besar/wajib (ghusla), baik dalam perjalanan atau di rumah. Hal ini diterapkan dalam keadaan di mana air tidak tersedia atau jika seseorang terluka atau sakit dan takut bahwa air akan menambah penyakit atau menunda pemulihan. Penentuan ini bisa dilakukan berdasarkan pengalaman pribadi atau saran dokter yang andal. Tayammum juga diperbolehkan jika air atau cuaca sangat dingin, dan nampaknya bagi dia yang menggunkaannya (air) akan membahayakannya, dengan syarat dia tidak dapat menghangatkannya. Hal ini diperbolehkan untuk melakukan tayammum dengan debu yang suci atau sesuatu lain yang berasal dari bumi, seperti pasir, batu-batu, dan kerikil-kerikil.
TATA CARA BER-TAYAMMUM
Berniat (dalam hati) bahwa dengan melakukan tindakan ini (tayammum) anda ingin menyucikan diri anda dari keadaan baik hadats kecil maupun besar. Lalu ucapkan Bismillah (dengan Nama Allah), menapak debu dengan telapak tangan anda di permukaan bumi, tiup debu berlebih dari mereka, lalu bersihkan wajah dan kedua tangan anda sampai ke pergelangan tangan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMBATALKAN TAYAMMUM
Segala sesuatu yang membatalkan wudhu, juga membatalkan tayammum, karena ini adalah penggantinya. Juga, kehadiran air membatalkan tayammum bagi mereka yang melakukannya karena tidak adanya air. Adapun orang-orang yang tidak dapat menggunakannnya untuk alasan hukum lainnya, bila alasannya tidak lagi ada dan seseorang dapat menggunakan air, maka tayammum menjadi tidak sah. Namun, jika seseorang melakukan sholat dengan tayammum, mereka menemukan air atau mendapatkan kembali kemammpuannya untuk menggunakannya, dia tidak diharuskan untuk mengulangi sholat tersebut, walaupun masih ada waktu tersisa untuk itu.

HAIDH (MENSTRUASI)
Saat seorang wanita melihat darah haid, maka seharusnya menganggap bahwa dirinya sedang menstruasi. Saat berhenti, dia harus menganggap dirinya bersih. Jika warna darahnya kekuningan, atau memiliki warna berlumpur antara kuning dan hitam, dan nampak selama haid atau kelanjutannya sebelum dibersihkan, itu harus diperlakukan sebagai darah haid. Namun jika muncul setelah penghentian total darah haid berwarna normal, maka seharusnya tidak dianggap sebagai menstruasi. Menstruasi biasanya berlangsung enam atau tujuh hari dan malam setiap bulan, dengan beberapa variasi.

NIFAAS (PENDARAHAN PASCA PERSALINAN)
Nifaas adalah pendarahan yang dialami oleh seorang wanita setelah melahirkan. Pendarahan ini biasanya dimulai pada saat proses persalinan atau setelah melahirkan anak tersebut. Tidak ada batas minimal selama pendarahan ini; batas maksimal adalah 40 hari. Sebagian besar aturan nifaas sama seperti aturan menstruasi.


TEKS 5
TATA CARA BERWUDHU
Orang-orang yang berniat untuk berwudhu harus melakukannya dengan tata cara berikut ini:
1.    Niat harus dilakukan di dalam hati untuk berwudhu sebagai tanda ketaatan kepada Allah dan mencari keridhoan-Nya.
2.    Kemudian orang tersebut harus menyebut nama Allah (bismillah) pada awal saat melakukan wudhu.
3.    Tangan harus dicuci tiga kali pada awal wudhu, sambil membersihkan sela-sela jari.
4.    Selanjutnya, seseorang harus berkumur-kumur dan menghirup air ke hidung dan meniupnya dengan segenggam air, jika memungkinkan.
5.    Seluruh wajah kemudian harus dibasuh setidaknya satu kali, dari bagian atas dahi sampai ke bagian bawah dagu, dan dari telinga.
6.    Kemudian, lengan harus dibasuh mulai dari tangan, dan terus sampai ke (dan termasuk) siku. Lengan kanan harus dibasuh dahulu, lalu ke kiri.
7.    Kemudian orang tersebut harus mengusap kepalanya dengan menempelkan tangannya yang basah dari bagian atas dahi ke bagian belakang garis rambut, lalu kembali ke depan rambut tempat dia memulai. Kemudian, dengan air yang tersisa di tangan digunakan untuk menyeka kepala, orang tersebut harus membersihkan bagian dalam dan luar telinga, di belakang telinga dengan jempol.
8.    Yang terakhir, kaki harus dibasuh, dimulai dari bagian kanan, termasuk pergelangan kaki dan tumit, dan alirkan di antara jari-jari kaki dengan jari kelingking. Lebih disukai untuk menjaga urutan yang disebutkan di atas secara tertib. Hal ini juga dianjurkan untuk berwudhu tanpa jeda waktu yang terlalu lama antara setiap langkah. Sebaiknya membersihkan (sikat) gigi sebelum memulai wudhu dan shalat. Dianjurkan juga untuk mengulang pembersihan berbagai bagian tubuh yang dibasuh ketika wudhu dua atau tiga kali masing-masing. Satu-satunya pengecualian untuk ini adalah menyeka kepala dan membersihkan telinga. Namun, kewajibannya adalah membersihkan setiap bagian sekali, dan tidak lebih dari tiga kali masing-masing. Mulailah dengan sisi kanan saat mencuci tangan dan kaki selama wudhu dianjurkan. Juga dianjurkan untuk melafalkan doa berikut setelah selesai wudhu :
“Asyhadu an laa ilaaha illallah wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh, allahummaj’alni minattawaabiina waj’alni minal mutathahhirin waj’alni min ‘ibaadikashshaalihiin.”
(Artinya: “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, Yaa Allah, jadikanlah aku termasuk orang –orang yang berpaling kepada-Mu dalam pertaubatan, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang menyucikan diri mereka, serta jadikanlah aku termasuk orang-orang yang sholih yang selalu menyembah-Mu.”

TEKS 4
Lebih Sedikit Televisi, Lebih Sedikit Kekerasan dan Agresi

Mengurangi televisi, video-video, dan video game, mengurangi tindakan agresi di antara anak-anak sekolah, menurut sebuah penelitian oleh Dr. Thomas Robinson dan yang lainnya dari Stanford University School of Medicine.

Penelitian yang diterbitkan dalam Archives of Pediatric and Adolescent Medicine edisi Januari 2001, menemukan bahwa siswa kelas tiga dan empat yang mengambil bagian dalam kurikulum untuk mengurangi penggunaan televisi, video, dan video game mereka terlibat dalam tindakan verbal yang lebih sedikit dan agresi fisik dibandingkan teman sebayanya.
Studi tersebut berlangsung di dua sekolah serupa di San Jose, California, pada sekolah dasar. Siswa di satu sekolah menjalani program 18 pelajaran, 6 bulan yang dirancang untuk membatasi penggunaan media mereka, sementara yang lainnya tidak.
Kedua kelompok siswa tersebut memiliki laporan perilaku agresif yang sama di awal penelitian. Setelah enam bulan, kedua kelompok memiliki perbedaan yang sangat nyata.
Para siswa yang mengurangi waktu televisi mereka terlibat dalam enam tindakan agresi verbal yang lebih sedikit per jam dan memberi peringkat 2,4 persen lebih sedikit dari teman sekelas mereka yang agresif setelah program tersebut.
Tindakan kekerasan fisik, laporan orang tua tentang perilaku agresif, dan persepsi tentang dunia yang jahat, dan rata-rata juga menurun, namun para penulis menyarankan studi lebih lanjut untuk memperkuat hasil ini.
Meskipun banyak penelitian telah menunjukkan bahwa anak-anak yang banyak menonton lebih mungkin untuk bertindak kekerasan, laporan ini selanjutnya memverifikasi bahwa televisi, video-video, dan video game benar-benar menyebabkan perilaku kekerasan, dan ini adalah yang pertama untuk mengevaluasi sebuah solusi terhadap masalah.
Guru di sekolah intervensi memasukkan program dalam keberadaan kurikulum mereka. Pelajaran awal mendorong siswa untuk melacak dan melaporkan saat mereka menonton televisi atau video, atau bermain video game, agar memotivasi mereka untuk membatasi aktivitas mereka sendiri.
Pelajaran awal diikuti oleh pemberantasan televisi, sebuah organisasi yang mendorong lebih sedikit menonton televisi. Selama sepuluh hari, siswa ditantang untuk pergi tanpa televisi, video, atau video game. Setelah itu, para guru mendorong siswa untuk tinggal dalam tunjangan media tujuh jam per minggu. Hampir semua siswa berpartisipasi dalam Turnoff, dan sebagian besar tinggal di bawah anggaran mereka untuk minggu-minggu berikutnya.
Pelajaran tambahan mendorong anak-anak untuk menggunakan waktu mereka secara selektif, dan banyak pelajaran akhir yang dianjurkan bagi siswa sendiri untuk mengurangi aktivitas layar.
Studi ini sama sekali bukan yang pertama menemukan hubungan antara televisi dan kekerasan. Hampir 3.500 studi penelitian mengenai masalah ini dalam 40 tahun terakhir telah menunjukkan hubungan yang sama, menurut American Academy of Pediatrics.

Di antara studi yang paling penting adalah milik Dr. Leonard D. Eron, yang menemukan bahwa keterpaparan terhadap kekerasan televisi di masa kanak-kanak adalah prediktor terkuat perilaku agresif di kemudian hari bahkan lebih kuat daripada perilaku kekerasan seperti anak-anak.
Televisi yang lebih kejam yang ditonton subjek pada usia delapan tahun, yang lebih serius adalah perilaku agresif mereka bahkan 22 tahun kemudian.
Penelitian lain oleh Dr. Brandon S. Centerwall, menemukan bahwa tingkat pembunuhan meningkat setelah diperkenalkannya televisi. Di AS dan Kanada, tingkat pembunuhan berlipat ganda 10 sampai 15 tahun setelah diperkenalkannya televisi, setelah generasi televisi pertama tumbuh.
Centerwall menguji pola ini di Afrika Selatan, di mana siaran televisi dilarang sampai tahun 1975.
Tingkat pembunuhan di Afrika Selatan relatif stabil sejak pertengahan 1940-an sampai pertengahan 1970-an. Pada tahun 1987, tingkat pembunuhan telah meningkat 130% dari tingkat 1974. Tingkat di AS dan Kanada telah diratakan untuk sementara waktu.
Studi di pusat kota menyiarkan bahwa media televisi, bukan hanya konten, mempromosikan kekerasan, dan penelitian terkini oleh Dr. Robinson mendukung kesimpulan tersebut.
Turnoff tidak secara khusus menargetkan televisi kekerasan, juga tidak melakukan periode tunjangan berikut. Mengurangi televisi, pada umumnya mengurangi perilaku agresif.
Bahkan televisi yang tidak ada kekerasan lebih keras daripada kehidupan nyata dan banyak pemirsa utama percaya bahwa kekerasan itu lucu, tidak penting, dan merupakan solusi yang tepat untuk  masalah. Juga, menonton televisi dari konten apapun merampas kita dari waktu untuk berinteraksi dengan orang.
Menonton televisi terlalu banyak dapat menghambat keterampilan dan kesabaran yang kita butuhkan untuk bergaul dengan orang lain tanpa menggunakan agresi. Televisi sebagai media, mempromosikan agresi dan kekerasan. Solusi terbaik adalah mematikannya.

TEKS 3
PENTINGNYA KESUCIAN

Memperhatikan kebersihan dan menghindari semua jenis najis dan kotoran merupakan kewajiban bagi para Muslim. shalat tidak akan diterima tanpa kebersihan jasmani. Kebersihan adalah sebagian dari iman. Ada dua jenis kebersihan yaitu jasmani dan rohani. Kebersihan jasmani berarti suci dari najis fisik badan pada pakaian seseorang, lingkungan sekitar, dan dari buang air besardan kecil. Jenis kesucian ini membutuhkan pembuangan kotoran jasmani dari tubuh, pakaian, tanah, dll., menggunakan air bersih. Najis bisa dihilangkan dengan mencuci dengan air yang suci, melakukan wudhu untuk sholat, mandi, dan Tayamum (pembersihan kering). Kebersihan rohani memerlukan penyucian diri dari kotoran politeisme, keraguan tentang kepercayaan ilahi, pikiran jahat, dan berbagai penyakit non-fisik yang menyerang seseorang, seperti rasa iri. Kebersihan jenis ini dapat dilakukan dengan ikhlas kepada Allah, melakukan perbuatan baik demi Dia sendiri, dan mengikuti serta meniru Sunnah Rasul-Nya. Hal ini juga membutuhkan pemurnian jiwa dari efek berbahaya yaitu dari dosa, kekeliruan dan kesalahan dengan melakukan taubat sejati dan tulus kepada Allah.
Kebersihan jasmani diperoleh dengan menggunakan air bersih, tidak dicampur dengan bahan yang mengubah bentuk aslinya. Contoh air bersih adalah air keran (di sebagian besar wilayah beradab di dunia), air sumur segar, air hujan, air dari mata air, sungai, salju lebur, air laut, dan air Zam-zam. Juga, tanah yang suci dianggap sebagai zat pembersih. Contoh tanah yang suci adalah debu murni, pasir, tanah, atau batu alam yang ada di muka bumi. Tanah yang suci membersihkan kotoran ketika tidak ada persediaan air yang cukup, atau ketika seseorang tidak dapat menggunakan air karena penyakit.
Ketika sebuah kenajisan mengubah selera, bau, atau warna air, maka tidak bisa digunakan untuk penyucian. Ketika air tetap memiliki bentuk aslinya dan dengan demikian, warna, bau, atau rasanya tidak berubah, maka air tetap murni dan bisa digunakan untuk membersihkan najis. Kontaminan yang menyebabkan air najis termasuk limbah tubuh manusia atau hewan, seperti kotoran atau urin. Juga, jumlah darah atau muntah yang berlebih dan sebagian hewan yang belum disembelih dengan benar, kecuali kulit yang disamak, dianggap tidak suci.
Orang-orang Muslim dihimbau untuk mencari daerah terpisah dari tinjauan orang lain  saat menjawab panggilan alam. Para Ilmuwan mempertimbangkan untuk memasuki kamar mandi dengan sesuatu yang berisi Nama Allah (seperti salinan Al-Qur’an, buku-buku Islam, dll.) tidak disukai, kecuali orang tersebut takut bahwa benda itu mungkin hilang atau salah letak. Orang harus menahan diri untuk tidak berbicara saat menggunakan toilet. Juga, jika seseorang membuang hajat di luar, dia harus menghindari menghadap Kiblat (arah Ka’bah di Makkah) atau membelakanginya. Jalan setapak, daerah di mana orang berkumpul untuk berbicara atau mencari keteduhan, sumber air, tanaman penghasil makanan, dan sebagainya, seharusnya tidak digunakan untuk membuang hajat. Sebelum memasuki tempat di mana seseorang bermaksud untuk membuang hajatnya sendiri, disarankan untuk melafalkan aplikasi terapan berikut ini: “Bismillaahi Allaahumma inni a’uudzubika minal khubutsi wal khobaaits.”
(Artinya: “Dengan nama Allah. Yaa Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan perempuan.”) Bagian dari kebijaksanaan di balik menyebut nama Allah sebelum memasuki kamar mandi adalah bahwa jin dicegah untuk melihat bagian-bagian pribadi manusia ketika mereka mengatakan ‘dengan nama Allah’ sebelum memasuki kamar mandi. Seseorang seharusnya tidak menarik pakaiannya sampai dia benar-benar siap untuk membuang hajat. Setelah melepaskan panggilan alam dan meninggalkan daerah itu, orang harus berkata:
“Ghufraanak” (Artinya: “Yaa Allah, aku memohon ampunan-Mu.”)